ISKI - Official Website | Kongres ke-VI ISKI dan Seminar Nasional Komunikasi di Padang, 25-27 November 2013
15755
post-template-default,single,single-post,postid-15755,single-format-standard,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,vertical_menu_enabled,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-11.2,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive
 

Kongres ke-VI ISKI dan Seminar Nasional Komunikasi di Padang, 25-27 November 2013

Kongres ke-VI ISKI dan Seminar Nasional Komunikasi di Padang, 25-27 November 2013

Kongres Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) VI yang diadakan selama dua hari di Padang telah berhasil memilih ketua umum ISKI yang baru untuk masa bakti tahun 2013 – 2017. Ketua terpilih itu adalah Yuliandre Darwis, Ph.D. Demikian disampaikan Kordinator Media Kongres, Wahyu Aji, Kamis (28/11/2013).

Yuliandre Darwis merupakan calon ketua termuda mendapatkan 36 suara dari total 42 suara yang diberikan oleh masing-masing cabang ISKI. Yuliandre Darwis, Ph.D lahir di Jakarta, 21 Juli 1980. Ia menamatkan pendidikan S1 di bidang Jurnalistik dari Universitas Padjadjaran, dilanjutkan jenjang S2 dan S3 di bidang Mass Communication and Media Studies di UiTM, Malaysia.

Kini, ia tercatat sebagai Koordinator Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas. Selain itu juga aktif berbagai organisasi profesi maupun bisnis, antara lain KADIN dan BPP HIPMI.

Selain Yuliandre, terdapat tiga pakar komunikasi lainnya yang juga mencalonkan. Mereka adalah Dr. Pinky Triputra (UI), Prof. Andi Faisal Bakti (UIN Jakarta), dan Dr. Henry Subiakto (Staf Ahli Menkominfo).

Kongres dan seminar ISKI diikuti sekitar 350 orang anggota ISKI dari seluruh Indonesia dan dibuka Selasa (26/11/2013) Menkominfo RI, Tifatul Sembiring. Turut hadir sebagai pembicara kunci pada seminar komunikasi Meneg BUMN, Dahlan Iskan, dan Menpora, Roy Suryo.

Kongres ini menghasilkan beberapa rekomendasi penting bagi kemajuan peran komunikasi baik di bidang keilmuan, industri, hingga kehidupan sosial masyarakat dan bernegara. “Ilmu Komunikasi seharusnya bisa memberikan sumbangan solusi untuk berbagai persoalan bangsa, itulah tekad kami para praktisi dan akademisi komunikasi dari seluruh Indonesia yang berkumpul di sini,” ungkap Yuliandre mengomentari kemenangannya.

Sementara itu, pada kesempatan sebelumnya, Tifatul Sembiring, Dahlan Iskan, dan Roy Suryo mengeluarkan pernyataan senada, yang menekankan pentingnya komunikasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk berbangsa dan bernegara. Karena itulah, sudah semestinya para ilmuwan komunikasi yang tergabung dalam ISKI dapat memberikan peran yang lebih besar sebagai kewajiban mereka terhadap bangsa dan negara, karena mereka memiliki bekal keilmuan dan pengetahuan yang mendalam dalam bidang komunikasi.

ISKI adalah satu-satunya organisasi profesional yang mencakup seluruh bidang ilmu komunikasi interdisiplin. Dokumen pendirian ISKI ditandatangani Alwi Dahlan, Jakob Oetama, Gufron Dwipayana, D.H. Assegaf, Ishadi SK, dan Mahidin 12 Oktober 1983. Pada awal pendiriannya, ISKI ditujukan untuk memperjuangkan keberadaan ilmu komunikasi dan memajukan pendidikan ilmu komunikasi di Indonesia. Karena pada saat itu ilmu komunikasi baru berkembang sehingga para sarjana komunikasi Indonesia generasi awal merasa perlu membentuk organisasi yang memperjuangkan keberadaan ilmu komunikasi.

Seiring perkembangan, ilmu komunikasi kini telah menjadi bidang yang sangat diminati. Jumlah lembaga pendidikan tinggi yang membuka program studi komunikasi semakin meningkat. Ini tidak lepas dari semakin berkembangnya industri bidang komunikasi di Indonesia. Selain itu, kalangan industri di berbagai bidang pun semakin memahami arti penting dari aktivitas komunikasi bagi kelangsungan bisnis mereka, sehingga kebutuhan akan tenaga ahli di bidang komunikasi pun semakin meningkat

Sesuai dengan judul diatas, kegiatan yang dilaporkan ini meliputi dua hal pokok. Pertama adalah Kegiatan Kongres ISKI (Ikatan Sarjana Komunkasi Indonesia) ke –VI, dan kedua adalah kegiatan menyangkut seminar tingkat nasional mengenai komunikasi. Bpk Embu Henriques, M.Si dan Ibu Dr. Dorien Kartikawangi turut hadir mewakili Prodi. Komunikasi, Unika. Atma Jaya, Jakarta.

Setelah diawali dengan registrasi bagi para perserta dari perwakilan atau cabang yang datang dari berbagai daerah– sementara itu cukup banyak peserta datang atas nama individu atau mewakili institusinya dan bukan mewakili cabang-  pada hari pertama, 25 Novermber 2013, kongers ISKI dibuka pada jam 20.00. Menyusul pembukaan kongres adalah acara sambutan ketua umum ISKI. Setelah itu diukuti berbagai acara lainnya seperti sidang perdana yang dipimpin ketua umum ISKI, pengesahan jadwal acara dan tata-teritib kongres, pembentukan panitia kecil dst. Acara ini berlangsung sampai jam 23.00.

Hari kedua 26 November 2013 adalah acara Seminar Besar Nasional Komunikasi. Diawali dengan registrasi dan pembukaan. Hadir dalam acara pembukaan ini adalah ketua umum ISKI pusat, pendiri ISKI Prof. M. Alwi Dahlan. Ada juga beberapa tamu kehormatan yaitu   Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Bapak Tifatul Sembiring, Dirjen Informasi dan Komunikasi  Kominfo, bapak Freddy H. Tulung, dan Gubernur Sumatera Barat.

 

Sumber: Pikiran Rakyat